Rabu, 04 Oktober 2017

finishing pada kayu

assalamualaikum wr.wb
kali ini saya akan membahas apa ituu finishing kayu dan pengaplikasiannya !!

ABSTRAK
Pekerjaan finishing kayu adalah rangkaian terakhir dari seluruh proses produksi di dalam industri perabot kayu, rotan, dan juga bagian bangunan yang menggunakan bahan dari kayu. Yang dimaksud dengan pekerjaan finishing kayu adalah melakukan pelapisan atau pengolesan resin atau suatu zat ke permukaan kayu sehingga mendapatkan manfaat tertentu.
Manfaat dari pekerjaan finishing kayu adalah meningkatkan nilai: keindahan substrat kayu; keawetan bahan kayu; keteguhan gesek dan pukulan; guna bahan kayu; dan komersial kayu. Agar manfaat finishing dapat dicapai secara maksimal, maka perlu mengantisipasi hal-hal yang sangat merugikan selama proses aplikasi,

A.   Latar Belakang
Ketergantungan pada jenis-jenis kayu komersil tersebut menyebabkan penggunaan kayu menjadi tidak efisien dan kurang menguntungkan. Upaya untuk tetap memenuhi jumlah permintaan yang terus meningkat yaitu dengan mengganti jenis kayu komersil dengan jenis kayu lain yang memiliki kualitas sama dengan jenis kayu komersil.
Kelemahan yang dimiliki kayu non komersil yaitu mudah terserang oleh faktor perusak, baik faktor biologis maupun non biologis. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu perlakuan khusus, salah satunya yaitu dengan melakukan finishingFinishing yaitu melapisi bagian permukaan kayu dengan bahan berasal dari cat. Selain itu dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat tertentu dari jenis kayu non komersil yang diharapkan dapat menjadi produk subsitusi dari jenis kayu komersil yang bermutu tinggi ( Amarullah, 2005).

B. Tujuan Finishing Kayu
  1. Memberikan nilai estetika yang lebih baik pada perabot kayu dan juga berfungsi untuk menutupi beberapa kelemahan kayu dalam hal warna, tekstur atau kualitas ketahanan permukaan pada material tertentu.
  2. Melindungi kayu dari kondisi luar (cuaca, suhu udara dll) ataupun benturan dengan barang lain
  3. Memberi nilai tambah pada suatu produk meubel (memperindah produk agar memeliki nilai jual yang tinggi), Dan memberi perlindungan pada meubel tsb.
  4.  Meningkatakan nilai keindahan subtract kayu,keawetan kayu,keteguhan gesek,dan pukulan.

C. Pengertian Finishing Kayu

Finishing untuk kayu (wood finish) adalah suatu proses pelapisan akhir pada permukaan kayu atau material lain yang berbahan dasar kayu dengan tujuan untuk : Meningkatkan nilai estetika Melindungi permukaan kayu dari kerusakan memberi lapisan yang mudah untuk pemeliharaan/perawatan. 

D.   Aplikasi Finishing Kayu

Bahan yang mahal tidak menjamin hasil finishing yang baik dan berkualitas. Banyak faktor yang ikut menentukan kualitas hasil finishing. Cara aplikasi merupakan  salah satu faktor yang penting menentukan kualitas hasil. Ada beberapa cara aplikasi finishing menyesuaikan dengan jenis bahan dan kualitas akhir yang diinginkan. Satu jenis bahan finishing tidak menutup kemungkinan untuk memakai lebih dari satu cara aplikasi. Berikut ini beberapa cara aplikasi finishing.

1. Dipping (celup) .Lebih dikenal juga dengan istilah perendaman. Bahan finishing diletakkan dalam suatu bejana/tangki kemudian benda kerja dicelupkan ke dalam tangki tersebut. Proses in bertujuan agar seluruh permukaan benda kerja, terutama pada bagian sudut & tersembunyi bisa terlapisi bahan finishing. Seperti pada gambar 1
                            
                                                             gambar finishing celup

2. Wiping (pemolesan dengan kain) Proses ini sebaiknya tidak dipakai sebagai proses awal/dasar. Walaupun demikian beberapa bahan finishing tertentu hanya bisa diaplikasikan dengan cara ini, misalnya politur. Kualitas permukaan lebih baik dari proses celup tapi membutuhkan waktu lebih lama. Seperti pada gambar 2.
gambar 2.

             
    gambar finishing menggunakan kain

3. Brush (kuas).Merupakan cara paling murah dan mudah di antara yang lain. Hanya saja harus hati-hati dalam memilih kuas yang berkualitas. Bahan finishing yang cocok untuk cara ini termasuk cat, varnish dan pewarna. Sebagaimana ujung kuas, hasil permukaan finishing tidak sehalus dan serata aplikasi spray atau poles. Seperti pada gambar 3
           
     gambar finishing menggunakan kuas
     
    4. Dengan pengaturan tertentu pada kekuatan tekanan, jumlah material yang disemprotkan, cara ini menghasilkan bidang permukaan yang sangat baik, halus dan cepat. Saat ini metode spray menjadi dasar dari hampir semua jenis bahan finishing lacquer dengan berbagai variasi jenis alat semprot (sprayer), dari yang manual hingga otomatis.Proses yang bisa dilakukan dengan cara spray meliputi lapisan dasar, pewarnaan.                     
gambar finishing menggunakan spray

      5. Shower (curah) Metode ini diimplementasikan pada mesin finishing curtain(tirai), bahan finishing dicurahkan ke permukaan benda kerja dengan volume dan kecepatan tertentu sehingga membentuk lapisan tipis di atas permukaan benda kerja. Cara pengeringannya tergantung bahan finishing yang digunakan. Kebanyakan digunakan oleh pabrik flooring (parket) atau furniture indoor lainnya yang memakai papan buatan.
         6. Rolling. Prinsipnya sama  dengan roller yang dipakai untuk mengecat tembok, tetapi yang dimaksud disini adalah alat aplikasi sebuah mesin roller yang seluruh permukaannya terbalut dengan bahan finishing cair dan benda kerja (papan) mengalir di bawahnya. Hanya roller bagian atas yang terbalut dengan bahan finishing, sedangkan roller bagian bawah hanya berfungsi untuk mengalirkan benda kerja ke dalam mesin. Jenis bahan finishing yang digunakan adalah UV lacquer,melamine,NC lacquer.

                                                                          gambar finishing rooling

E. Spraygun Sebagai Alat Aplikasi

Spraygun atau pistol semprot adalah alat yang biasa digunakan untuk mengaplikasikan bahan finishing pada furnitur. Berbagai jenis pistol semprot yang biasa digunakan untuk aplikasi finishing furnitur kayu, diantaranya adalah pistol semprot bertabung dibawah ( gambar 1), pistol semprot bertabung diatas
 ( gambar 2) dan pistol semprot bertabung sentral berupa tangki ( gambar 3). Masing-masing jenis ada kelemahan dan kelebihannya

Jenis Pistol Semprot
Kelebihan

Tabung Bawah ( 1 )
Isi tabung 0,5 liter atau 1 liter.
Cocok untuk aplikasi bidang yang agak luas dengan warna yang sama

Tabung Atas ( 2 )
Isi tabung 0,2 liter.
Tabung dapat distel atau diatur kemiringannya, artinya semprotan bisa kesemua arah

Tabung Sentral ( 3 )
Isi tabung cukup banyak, bisa mencapai 20 liter. atau lebih, jadi cocok untuk produksi massal.
Semprotan kesemua arah

jenis pistol semprot 

F.    Teknik Semprot  Menggunakan Sprigun
Penyemprotan  sangat mempengaruhi  hasil finishing, dimana pistol  semprot yang telah dipersiapkan  dengan baik  tidak akan berarti  apabila tidak disertai  pengendalian yang  benar selama  proses aplikasi.Di samping itu, perlakuan terhadap bermacam-macam bentuk, posisi, dimensi  dan keadaan benda  kerja  harus dikuasai. Agar diperoleh hasil yang optimal dalam aplikasi dengan menggunakan spraygun, haruslah dikuasai hal-hal sbb :
     
a.    Perlengkapan  Pistol Semprot
Perlu diperhatikan  akan kelengkapan  atau  fasilitas  yang dimiliki oleh  pistol semprot, hal ini akan  berguna  bagi  peningkatan kuantitas  maupun kualitas hasil penyemprotan.   Pistol semprot dikatakan  mempunyai  kelengkapan yang  baik jika  memiliki minimal seperti gambar - 7
pistol s                                                                                   pistol semprot
                                           Pistol semprot dikatakan mempunyai kelengkapan yang baik bila memiliki:
1. Saluran Udara                                        8. Jarum Pembuka Cairan
2. Katup Penutup Udara                            9. Tudung Semprot Cairan           
3. Pengatur Volume Cairan .                     10.Tudung Semprot Udara
4. Pengatur Bentuk Pancaran                   11.Udara untuk Pancaran Melebar
5. Tingkat Pancar Pengatur                      12.Udara untuk Pancaran Bundar
Bundar-Lebar.                                           13.Pengatur 
6. Tabung Atas Cairan                              14.Penarik Semprotan
7. Aliran Cairan .                                       15.Penutup Udara
b.   Jenis pancaran
jenis pancaran harus sesuai  dengan kedudukan  dan bentuk  benda kerja. Pancaran  datar  dan tegak  dipakai  untuk benda  lebar serta kedudukannya  vertical dan mendatar,  sedang untuk benda  sempit (kecil) digunakan pancaran  yang bundar  atau vertical, dengan  gerakan  penyemprotan  yang cepat.
gambar jenis pancaran
c.  Jarak  Semprot
Jarak semprot  antara  ujung pistol dengan  permukaan benda kerja, umumnya 15-20 cm. Bila  jarak  semprot  terlalu kecil, serta volume  keluaran  tidak disesuaikan, akan timbul cat yang meleleh  atau  mengalir kebawah. Bila jarak pistol  terlalu jauh, partikel cat  menjadi kering  sebelum menempel dipermukaan kayu atau benda kerja,  : 
                             
             gambar pancaran dan jarak semprot
d.    Sudut Semprot
Pistol semprot  sedapat mungkin diarahkan  tegak lurus  pada benda kerja. Pistol semprot yang miring  mengakibatkan  penyemprotan cat tidak merata.
Hanya gerakan pistol  yang sejajar dan tegak  lurus  dengan bidang semprot menjamin hasil penyemprotan yang merata, 

           

sudut semprot atau posisi semprot
e.    Tekanan Angin
Tekanan  angin, diatur sebesar    1 – 5  bar. Bagi  pistol yang tanpa  alat  pengatur  tekanan udara, dapat  dilakukan pengaturan tekanan dengan menyetelan  pada regulator udara, yang pada umumnya  menjadi satu dengan  filter penampung  air pipa instalasi.
                      
gambar regulator semprot
F. Kesimpulan

1.    Memilih jenis pistol yang sesuai,  Memeriksa Kelengkapan  Pistol Semprot, Mengatur  Bentuk  Pancaran, Mengatur Bidang Pancaran, Tekanan Angin, Menyesuaikan Jenis Pancaran, Mengatur  Jarak  Semprot, Mengatur Sudut Semprot, Mengatur Kecepatan Semprot, Mengatur Jumlah Volume  Bahan yang Keluar, dan Mengatur Tekanan Angin

2.    Pelapis transparan sangat cocok digunakan untuk jenis kayu yang memiliki serat alami yang halus dan indah sehingga dengan menggunakan pelapis transparan ini keindahan dari kayu masih tampak jelas. Tetapi dari ke empat jenis pelapis di atas, Anda perlu memperhatikan sirkulasi udara pada ruangan Anda jika Anda menggunakan pelapis melamine.

3.    sedangkan sistem melamine lapisan film bersifat lebih rapat dan
    datar menutup semua permukaan    pori-pori kayu (close pore )

semoga bermanfaat....


http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/departemen-bangunan-30/871-hartiyono

pist

45 komentar:

  1. Materinya bisa menambah pengetahuan

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau boleh tahu finishing untuk kayu palet menggunakan apa ya mas????

      Terimakasih

      Hapus
    2. menurut saya untuk finishing kayu palet lebih baik menggunakan finishing melamine sending siller hasilnya baik, trm ksh

      Hapus
  3. Materi menarik......sayangnya gambar kapal sbg latar layar laman mengganggu pandangan.....sammpai ngganggu konsentrasi saat baca....benahi dong ....

    BalasHapus
  4. terima kasih ats kunjungannya , dan rima kasih untuk masukannya pak..

    BalasHapus
  5. Dari beberapa cara aplikasi finishing diatas, manakah cara yang paling efektif dan hasilnya yang paling bagus? Dan berikan alasannya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung benda kerja yang akan d aplikasi, pengecekan tekanan angin dan takaran pencampuran menjadi sarat utama pengecatan mnggunaakan spray gun. Trm ksh

      Hapus
  6. Alat yang digunakan untuk finishing shower(curah) itu apa yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk finishing ini saya belum pernah mencoba, :) trm ksh

      Hapus
  7. infonya sangat bermanfaat,terima kasih sudah berbagi gan

    BalasHapus
  8. Proses dipping (perendaman), berapa lama benda tersebut direndam?? Dan cara pengambilan setelah direndam bagaimana?, kalo diambil dengan tangan pasti catnya akan membekas.. Tolong dijelaskan! Terimakasih

    BalasHapus
  9. Apakah mata kayu bisa di tutupi dengan finishing?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak bisa, walaupun jika sudah di finishing tetapi msh terlihat mata kayu tsb..

      Hapus
  10. sudah bagus.tpi alat yang digunakan untuk finishing curah itu menggunakan alat apa.

    BalasHapus
  11. sudah bagus.tpi alat yang digunakan untuk finishing curah itu menggunakan alat apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk finishing ini sya belum pernah melakukannya. Trm ksh

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  13. Bagaimana cara kerja regulatir semprot itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mengetahui berapa tekanan angin yang dikeluar kan dan untuk mngetahui angin didalam tabung kompresor..

      Hapus
  14. berapa kali proses penyemprotan pada finishing?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk penggunaan sending biasanya 3x dalam catatan spray aplas sprAy amplas, kemudian clear bisa 3-4 kali. Trm ksh

      Hapus
  15. Apakah menggunakan finishing dipping hasilnya akan bagus.
    Terima kasih

    BalasHapus
  16. kalau boleh tanya apakah jarak penyemprotan ke bagian akan di semprotkan itu harus dg jarak 15-20 cm? kalau melebihi/kurang dri jarak tsb dampaknya gimana pada benda...
    makasih lurd

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, untuk jarak 15-20cm jika jarak tsb kurang dari maka berdmpak pd bnda kerja akan klihatan menangis/melubercatnya, jika melebihi akn brdampak sprt mngembun/tdk trlihat..

      Hapus
  17. Untuk soal ttg finishing dipping, saya blm pernah mencoba. Trma ksh

    BalasHapus
  18. untuk hasil yang lebih bagus kira-kira berapa lapisan saat spray..

    BalasHapus
    Balasan
    1. UmumnyA proses finishing, msal dgn sending proses nya bisa 4 kali dlm catatan spray amplas spray amplas selanjutnya clear 3 sampai 4 kali..

      Hapus
  19. Permisi boslur, bagaimana jika saat selesai difinishing ternyata anda baru sadar jika ada cacat pada kayu. Apa yang anda lakukan?

    BalasHapus
  20. Terimakasih atas informasinya. Bagaimana cara mengatasi cat yang meleleh atau mengalir kebawah saat proses pengecatan menggunakan spray gun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika sudah terlanjur biasanya dibiarkan kering dulu lalu ampalas dengan ukuran 360 sampai rata dengan catatan tidak sampai menghilangkan cat dasar. Lalu atur kembali tekanan angin sebelum melakukan pengecatan yg selanjutnya. Itu berdasarkan pengalaman saya

      Hapus
  21. sangat bermanfaat informasinya terimakasih

    BalasHapus
  22. apa akibat jika angin yang dikeluarkan tidak sebanding dengan material yang dikeluarkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk masalah ini mnurut saya jika angin dan matrial tidak sbanding misal angin terlalu besar dan matrial yang d keluarkan sedikit maka menjadi bergelombang atau tidak merata sempurna.. Trm ksh

      Hapus
  23. jika menyemprot dengan posisi spray gan miring apakah bermasalah gan?

    BalasHapus
  24. terima kasih informasinya sangat bermanfaat ditunggu updatenya lagi.
    namun di kolom bagian atas terlihat gelap semua susah dibaca.

    BalasHapus
  25. bagaimana cara mengatasi cacat kayu apabila anda sudah memfinishing benda tersebut

    BalasHapus
  26. untuk cara mengatasi cacat kayu apabila sudah difinishing menurut pengalaman saya ,mendempul nya setelah di dempul lalu amplas proses trakhir memfinishing lagi trm ksh

    BalasHapus
  27. jenis kayu apa saja yang memiliki kualitas sama dengan jenis kayu komersil?tolong sebutkan dan jelaskan

    BalasHapus